Friday, 13 November 2009

Mari Belajar Bahasa (Asing)

0 comments

Secara saya orang Indonesia, tentunya bahasa ibu saya adalah Bahasa Indonesia. Tapi, apakah itu berarti saya pintar berbahasa Indonesia? TIDAK!


Bukan berarti saya ga bisa Bahasa Indonesia sama sekali. Tapi bisa dibilang Bahasa Indonesia saya berantakan, dalam arti secara struktur, pemilihan kata, pemakaian imbuhan, dsb. Apa Bahasa Indonesia saya Bahasa Slank? Tidak juga! Kok bisa? karna saya memang serba bisa *loh* :P... ya saya jg ga ngerti kenapa bisa begitu, mungkin sangking pengen selalu melatih kreatifitas dan being unique, membuat saya selalu mempunyai bahasa yang "lucu" dan beda dari yang lain, hihi. *alasan macam apa ini?!* Ya intinya sih sebenernya saya memang tidak ada bakat dalam bahasa. Bahasa apapun itu, saya tidak bisa mengikuti. I'm not good at language!

Mungkin ini bukan masalah saya doank. Memang dimanapun itu, seorang native belum tentu mengerti bahasanya sendiri. Banyak orang Inggris ga ngerti apa itu grammar, clause, dan istilah-istilah lainnya. Mereka cuma tau "ya gitu cara ngomongnya" tanpa mengerti kenapa harus begitu structure-nya atau pemilihan katanya. Banyak orang native Inggris gagal dalam ujian Bahasa Inggris; ada yang ga tau cara penulisan yang benar, ada yang karna ga ngerti mana grammar yang bener... ya at least itu yang saya tau dari cerita-cerita teman-teman bule saya. Jadi, saya ga jadi berkecil hati karna ga ngerti bahasa ibu saya sendiri. Walaupun sang pacar selalu komen melihat cara penulisan saya yang selalu salah dan tidak sesuai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, at least saya selalu lulus kalo Ujian Bahasa Indonesia :P.

Tapi yaa... saya tetap sedih karna ga punya talent berbahasa. kenapa? karena, tau kah kamu kalo Bahasa adalah merupakan aset penting menuju sukses.

Logikanya gini, Bahasa merupakan alat kita dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kalo kamu bisa berkomunikasi dengan baik dan benar, maka pesan yang ingin kamu sampaikan akan diterima orang itu dengan baik dan benar pula. Pesan yang sama dengan cara penyampaian yang berbeda tentunya akan menghasilkan outcome yang berbeda pula. Bila orang lain senang dengan cara komunikasi kamu, maka semua pintu akan terbuka untukmu. Mau belajar bahasa mereka sama dengan kita mau mengerti cara pikir mereka. Kita pun pasti lebih menghargai dan lebih senang berbicara dengan orang bule yang bisa Bahasa Indonesia kan?! Hm, pintar berkomunikasi berarti pintar "menjual diri". Yaaa.. ngerti lah yaps maksud saya. Saya yakin yang baca lebih pinter dari saya :D.

Secara saya ini sekarang berprofesi Job seeker, tentunya berkompetisi dengan mahkluk-mahkluk antah berantah lainnya ini benar-benar menguji kecerdasan saya yang kurang cerdas ini. Dari semua vacancies yang sepertinya matching sama competencies saya, pasti aja ada satu point yang ga klopt, entah pengalaman kerja, entah tingkat sekolah, atau fluent di bahasa asing lainnya.

Setiap saya membaca lowongan-lowongan pastinya salah satu requirement-nya kemampuan berbahasa. Kalo dulu kita harus belajar Bahasa Inggris supaya bisa berkomunikasi dengan dunia luar. Sekarang, bisa bagus di satu bahasa aneh aja, ntar dikejar-kejar sama uang deh!*hiperbol*. Dan saya selalu ngeluh dalam hati, "kenapa sih ga ada company yang butuh native/fluent Indonesian?". Indonesia kan berpotensi banget mengkonsumsi barang-barang luar negri? Atau karna orang Indonesia sudah pintar bahasa asing makanya ga ada yang butuh berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia?

Inti yang mau saya sampaikan adalah, kalau teman-teman ga ada kerjaan, atau punya waktu luang yang cukup banyak, mendingan mulai deh belajar bahasa asing. Selain bisa memperindah CV, bisa memperbanyak teman, mengasah otak jg untuk selalu berpikir dan bisa menjaga kesehatan si otak tentunya. Bahasa Inggris masi penting kok, tapi mereka mulai memasangkanya dengan bahasa lain. Misal: English and Italian, Fluent English and knowledge of French and German, etc.

Terserah mau belajar bahasa apa aja... yang banyak saya temui dilowongan kerjaan sih... Dutch (ya karna saya di Belanda), Italian, French (paling banyak dicari), German, Spanish, Danish... secara saya di Eropa... Arabic, Mandarin (paling banyak dicari), and Japanese. Cuma mungkin untuk temen-temen yang mau sekolah ke luar negri mendingan pelajari lah Bahasa negara yang kau tuju. Jangan kayak si Indri, sekolah di Belanda tapi ambil kelas Spanyol, alhasil Dutch ga bisa, Spanish buyar! Yaaa... kalo punya talent di bahasa sih harusnya ga masalah sih, swalnya kalo punya talent pasti bisa pick up bahasa lain dengan gampang! *emang tuh si Indri songong pisan euy*. Eh tapi maksud saya baik, memberi tau teman-teman supaya tidak salah seperti saya, dan biar temen-temen bisa menjadi lebih hebat dari saya ;).

Nah, temen-temen ga ada kerjaan? punya uang dan waktu berlebih? pengen have fun tapi bikin pinter? Belajar Bahasa Asing aja! dijamin pasti berguna someway, at some point.
In, apa kabar Bahasa Belanda-nya?
hehe, jalan ditempat! (tears)

Tuesday, 10 November 2009

Am I (still) in Love?

0 comments

Two weeks ago, I watched this boy band when i watched XFactor2009 show. They were XFactor2008's group contestant and they were the second place winner in 2008 season as far as i know.

Today, I typed 'JLS' on youtube search bar and started listening to their single for the whole night (haha).


I admit I love UK boy bands. why UK? I love their accent. they always get my nerves once they speak. and boy bands? just because i love to hear and to sing a song with harmony, melody, whatsoever, that can show vocal skills or techniques. (and it because i love to learn how to sing well *blush*)

Doesn't mean I don't like group bands, i like group bands, too, at my crazy times.

Everybody in love

just click on the link above and you'll get directly to JLS song with the lovely lyric, i supposed.
the song is an easy listening song, the lyrics are very catchy, and it's a song that can put a smile on your face, a happy song! even you wanna cry because you remain reminiscing your past memories at last, sure, there will be a little smile on your face! :P *maksa*

I don't know... but when i read the lyric, i was correcting my feeling.
should i put my hands up? (cheesy! and yaps, a silly question is about to come up...)
Am I (still) in love? (coz honestly, most of the times i felt in love only at the beginning of every my relationship, which also one reason why my past relationships were never lasted long :D.)

hate to say, but after awhile... i think i am.
weird, huh?
one year and a half we've been together...
have been through a lot of fights, madness, sadness, all crazy times.
but, i think...
because of the feeling, I stay here.
because of the feeling, I kept fighting myself back. choose not to leave.

I became a harsh person to make him leaving me...
only because the feeling wont assure me leaving him.

hate to admit, but i'd love to let him know...
I'm in love with him, and still... unconditionally.

Monday, 9 November 2009

Cry myself to sleep

0 comments

This maybe is the best solution when you have no clue of what you must do when you cant hardly rest your mind.

This moment, i hate those people who got a talent to sleep easily! I can sleep anywhere but just way not that easy to fall asleep.

They must be very grateful to have such a sleep talent. Frankly, i got pissed when i see people, only with one click, asleep just like that. And i will be more sick when i see people just sleep around,just because they have nothing to do at that moment. Get a life, dude! There are bunch of things more exciting than sleeping.

Maybe i'm jealous not having that amazing skill which i believe i will use it properly if i have it... But, honestly it is annoying when you are the only self awaken amongst those sleepyhead people.
*exhaling*

I heard people say, cry to make yourself asleep is a sin. And i dont know how many times i do so just for resting my eyes.

I dont know the quickest way heading a dream without being reminded that you have so many tiring things to do in the morning.

Oh,believe me.. I've tried so many ways to fall asleep..but my eyes keep widely open til the sun is about to rise again.

I'm as tired as they are, or maybe more tired than they are. But why cant i do what they easily do?

I'm just out of reason to cry myself to sleep.

Wednesday, 4 November 2009

Hari yang aneh

3 comments

Melelahkan...


capek fisik, capek pikiran.

Fisik terfosir dari jam stgh 9 pagi sampe jam stgh 11 malem... ngelawan dingin, angin, rasa capek.

Aku takut.
Mencoba sembunyi dibawah kolong kasur supaya ga ketauan sama beberapa orang yang tiba-tiba datang dan mencurigakan.
Berhasil...awalnya.
Tapi mereka sudah curiga. Mereka melempar beberapa bom berasap ke kolong kasur tempat persembunyianku.
Aku melihat orang-orang yang sepertinya aku kenal, salah satunya adekku... dibunuh dengan mudahnya.
Aku mencoba diam. Berusaha tidak menghirup asap dari bom2 itu.
karna tidak siap, aku tidak sengaja mencium asap itu. tapi ternyata aku tidak apa-apa.

Akhirnya aku tertangkap
Seseorang dari mereka memotong leherku.
yang aku tau, aku sangat takut menghembuskan nafas terakhirku.
seketika terpikir olehku,nasib orang tua ku. aku dan adekku pergi tiba-tiba.
sempat aku merasa nafas terakhirku.
hanya sedih dan takut yang terakhir kurasa.

Pria yang memotongku menghampiri aku. berbicara padaku tapi aku tak ingat, mungkin tak mendengar.
Aku melihatnya tersenyum.
Pria sedikit gendut, tapi wajahnya bersih. Aku merasa mengenalnya, tapi aku tak tau dia siapa.

Aku tak tau apa aku masi bernafas saat itu. yang aku ingat aku memintanya untuk mengasiani aku.
"kasian orang tua ku, ditinggal aku dan adekku begitu saja. aku ingin menemani mereka"
Aku meminta pria itu membantuku. aku membujuk dy untuk membawaku ke dokter untuk menyambungkan tubuhku yang terbelah itu.

raut wajahnya pun berubah menjadi iba.
perjalanan itu panjang, tapi aku tidak ingat apa-apa.
Yang terakhir aku ingat, hanya dy berkata "dokter sudah menemukan alat penghubungnya".

Aku pun terbangun dan terhenyak.
bersyukur itu semua hanya mimpi.
wondering kenapa aku mimpi seperti itu. apa artinya?
aku tertidur lagi, dengan mimpi yang ga kalah anehnya.

Pikiranku sepertinya sudah mulai berputar sedari tidurku.
Entah kenapa hanya mimpi yang pertama itu yang bener-bener nyangkut di otakku.

Sorenya...
karna sudah masuk winter, jam 5 sore langit mulai gelap.
ditambah hujan dan angin.
Seekor angsa yang tiba-tiba berteriak pun menarik nafasku kaget.
mencoba menajamkan mata mencari jalan yang aman.
berusaha tidak menginjak aneka macam binatang hujan.
entah kenapa sang kodok menghampiri langkah kakiku... membuat ku terkejut saat menginjaknya, sambil otomatis bilang "sorry".

Man?! what was that about!?
pikiran langsung melayang, "waduh ini petanda gw bakalan punya pacar baru yang ganteng apa sebaliknya yaps?!" *sambil tertawa dalam hati, karna tidak bisa mengelompokan pacar yang sekarang termasuk yang mana :P*

yang jelas, semenjak kejadian si kodok. pikiran saya jadi bercabang dua.
antara arti mimpi dan arti kodok.
sebenernya saya bukan orang yang suka mengartikan sesuatu ato petanda-petanda yang biasa orang lain percayai.
tapi entah kenapa dua hal ini annoyed me so much walaupun saya ga mau memikirkannya.

*sigh*

hari yang aneh.

Sunday, 18 October 2009

Dy

8 comments

minggu yang sangat emosionil buat saya.

ya, karna period... ya, karna kesibukan... ya, karna orang disekitar saya.

sudah setengah taun ini, saya punya mainan baru untuk berbagi rasa.
dan semenjak itu, disitu tempat saya melepas semua lelah yang ada.
saya bisa main sepuasnya, gratis pula!
tapi mainan itu bukan punya saya seutuhnya... bukan punya dia, atau mereka.
itu punya siapa saja.
tapi saya tetap senang walaupun harus berbagi dengan siapa saja.
dan siapa saja pun mau berbagi dengan saya.
saya dan siapa saja senang dengannya.
... itu dulu.

sekarang...
saya masih bermain dengannya, dengan siapa saja.
tetapi sekarang saya tidak bisa berbagi rasa.
ada yang mencoba merampas itu seutuhnya.
dy mencari kesalahan saya dan mereka supaya kami tidak bisa bermain lagi dengan itu.
dy mencoba menjatuhkan saya dan mereka supaya genggaman kami terlepas dari itu.

saya tau waktu ini akan terjadi. saya tau itu dari dulu.
tapi saya hanya diam, melihat, dan bertanya dalam hati...
kenapa dy ingin mengambil itu seutuhnya?
apa kehebatan mainan itu tanpa saya dan mereka?
bukan kah mainan itu tidak akan menyenangkan tanpa saya dan mereka?
dan bukan kah itu perbuatan yang salah dengan mencari kesalahan saya dan mereka?

mainan itu tidak menarik lagi, bukan karna saya, dy, atau mereka... tapi kita.
tapi kenapa dy hanya menyalahkan saya dan mereka?
i wonder, bagaimana dy selalu merasa benar?
i wonder, bagaimana dy bisa merasa bahagia dengan menjatuhkan saya dan mereka?
apa saya perna merugikan dy?
jangankan merugikan dy, mau kenal dy lebih lanjut saja, tidak.

hati kecil saya berkata "sudah, tidak usah lagi bermain dengan itu! masi banyak mainan lain di taman bermain yang lebih menyenangkan!"
tapi pikiran saya melawan "kalau saya membiarkan dy merampas itu begitu saja, berarti saya membiarkan dy menang, dan dy tidak hanya merampas itu, tapi jg merampas kesenangan siapa saja".

saya bimbang.
saya iba dengan dy.

all i can think... just stand for myself, like i always do. for the right i can think of.
all i can do... just stay, because i care.
not for me, but for others.