Melelahkan...
capek fisik, capek pikiran.
Fisik terfosir dari jam stgh 9 pagi sampe jam stgh 11 malem... ngelawan dingin, angin, rasa capek.
Aku takut.
Mencoba sembunyi dibawah kolong kasur supaya ga ketauan sama beberapa orang yang tiba-tiba datang dan mencurigakan.
Berhasil...awalnya.
Tapi mereka sudah curiga. Mereka melempar beberapa bom berasap ke kolong kasur tempat persembunyianku.
Aku melihat orang-orang yang sepertinya aku kenal, salah satunya adekku... dibunuh dengan mudahnya.
Aku mencoba diam. Berusaha tidak menghirup asap dari bom2 itu.
karna tidak siap, aku tidak sengaja mencium asap itu. tapi ternyata aku tidak apa-apa.
Akhirnya aku tertangkap
Seseorang dari mereka memotong leherku.
yang aku tau, aku sangat takut menghembuskan nafas terakhirku.
seketika terpikir olehku,nasib orang tua ku. aku dan adekku pergi tiba-tiba.
sempat aku merasa nafas terakhirku.
hanya sedih dan takut yang terakhir kurasa.
Pria yang memotongku menghampiri aku. berbicara padaku tapi aku tak ingat, mungkin tak mendengar.
Aku melihatnya tersenyum.
Pria sedikit gendut, tapi wajahnya bersih. Aku merasa mengenalnya, tapi aku tak tau dia siapa.
Aku tak tau apa aku masi bernafas saat itu. yang aku ingat aku memintanya untuk mengasiani aku.
"kasian orang tua ku, ditinggal aku dan adekku begitu saja. aku ingin menemani mereka"
Aku meminta pria itu membantuku. aku membujuk dy untuk membawaku ke dokter untuk menyambungkan tubuhku yang terbelah itu.
raut wajahnya pun berubah menjadi iba.
perjalanan itu panjang, tapi aku tidak ingat apa-apa.
Yang terakhir aku ingat, hanya dy berkata "dokter sudah menemukan alat penghubungnya".
Aku pun terbangun dan terhenyak.
bersyukur itu semua hanya mimpi.
wondering kenapa aku mimpi seperti itu. apa artinya?
aku tertidur lagi, dengan mimpi yang ga kalah anehnya.
Pikiranku sepertinya sudah mulai berputar sedari tidurku.
Entah kenapa hanya mimpi yang pertama itu yang bener-bener nyangkut di otakku.
Sorenya...
karna sudah masuk winter, jam 5 sore langit mulai gelap.
ditambah hujan dan angin.
Seekor angsa yang tiba-tiba berteriak pun menarik nafasku kaget.
mencoba menajamkan mata mencari jalan yang aman.
berusaha tidak menginjak aneka macam binatang hujan.
entah kenapa sang kodok menghampiri langkah kakiku... membuat ku terkejut saat menginjaknya, sambil otomatis bilang "sorry".
Man?! what was that about!?
pikiran langsung melayang, "waduh ini petanda gw bakalan punya pacar baru yang ganteng apa sebaliknya yaps?!" *sambil tertawa dalam hati, karna tidak bisa mengelompokan pacar yang sekarang termasuk yang mana :P*
yang jelas, semenjak kejadian si kodok. pikiran saya jadi bercabang dua.
antara arti mimpi dan arti kodok.
sebenernya saya bukan orang yang suka mengartikan sesuatu ato petanda-petanda yang biasa orang lain percayai.
tapi entah kenapa dua hal ini annoyed me so much walaupun saya ga mau memikirkannya.
*sigh*
hari yang aneh.



3 comments:
yah, namanya juga mimpi. lu lagi capek kali jadi mimpinya aneh"?
atau lagi kangen keluarga?
hehe. udah punya cowo minta lagi yg baru
hahaha.
dipotong leherna masih idupp, seremmmm ihhhh
whehheheheheheh
kodok?
keinget film the prince of frog ya
yg nnt cewena dicium, eh keluar pangeran tampan kaya si days....
whehehehehhee
:D
ah mba ndriiii...
itu artinya kodoknya suka sama kmuuu.. :))
Post a Comment